Sabtu, 05 Agustus 2017

Tentang Tanaman dan Berkebun

Rangkuman berkebun selama beberapa waktu:

Tanaman talok atau kersen bagus sebagai pohon perindang, selain tumbuhnya cepat juga tidak berulat. Selain itu buahnya bermanfaat.

Sedikit cerita saja, di depan rumah dulu ada benih pohon kersen yang tumbuh begitu saja. Maksudnya saya tidak secara sengaja menanam benih pohon ini di sana. Mungkin terbawa burung, angin atau nyelip di tanah dan kena hujan. Kemudian tumbuh dengan sendirinya. Pohon kersen ini juga cepat sekali tumbuh besar, dibandingkan dengan pohon sawo pohon kersen ini jauh lebih cepat besar. Dan itu menyenangkan saya yang kepingin punya pohon besar. Pohon kersen seperti ini juga jadi tempat saya memanjat saat kecil dulu ketika di rumah bapak.

Tanaman jeruk disukai kutu putih yang memakan daun, atau merusak daun sehingga tidak begitu bagus sebagai tanaman tambulampot karena bisa menulari tanaman lain, kecuali sudah memiliki atau tahu bagaimana menangani hama tersebut.

Mengenai hama kutu putih ini pernah saya tulis juga seingat saya di blog ini. Dulu menyerang tanaman jeruk saya. Jeruk nipis yang sudah hampir berbuah waktu itu akhirnya saya tinggalkan di tempat kontrakan lama. Kalaupun saya bawa takutnya nanti menulari tanaman saya yang lain. Selain hama kutu putih juga disukai ulat yang sering berada di daun jeruk itu. Yang gede hijau, lengket dan jadi kupu-kupu hitam besar.

Tanaman sereh atau jahe juga jarang disukai ulat sehingga bagus ditanam di antara tanaman buah lainnya untuk mengusir hama. Ini sudah coba saya lakukan tanpa sengaja, dan ternyata mungkin berpengaruh karena bau daunnya yang cukup menyengat.

Bunga pare ternyata sangat wangi, tetapi wanginya sebentar saja. Ini sedikit hal yang saya tahu baru-baru ini saja.

Semut bisa jadi musuh alami pengganggu tanaman di kebun misalnya saja ulat-ulat kecil yang merupakan makanan semut. Dan saya pernah menemukan seperti bentuk nimfa capung di tumpukan kompos dekat rumah. Semula saya kaget itu apa, bentuknya masih seperti tubuh yang berbuku-buku tapi mirip kepompong tanpa kepala dan kaki seperti yang saya baca di beberapa artikel. Tapi biasanya nimfa capung hidup di air, jadi yang saya temukan itu apa? Saya sempat mencari-cari lagi tapi tidak menemukannya, padahal waktu itu ada cukup banyak. Aneh juga tiba-tiba lenyap begitu saja. Dari artikel yang saya baca capung mengalami siklus hidup paling lama pada fase nimfa ini.

Oke, sekian sedikit tentang acara berkebun saya hehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.