Senin, 25 Mei 2015

Film Chappie

Sumber gambar Wikipedia

Mau lihat Wolverine dibanting-banting robot Chappie? tonton film ini. Alasan lain nonton film ini karena genre Sci-fi komedinya.  Kadang bikin mewek lain waktu bikin ngakak.

Cast :
Sharlto Copley as Chappie
Dev Patel as Deon Wilson
Ninja as Ninja
Yolandi Visser as Yolandi
Jose Pablo Cantillo as Amerika
Sigourney Weaver as Michelle Bradley
Hugh Jackman as Vincent Moore
Brandon Auret as Hippo


Meski rilis Februari atau Maret kemarin tetapi baru sekarang saya menontonnya. Meski begitu saya selalu tidak kecewa menonton film Sci-fi. Produser film ini Simon Kinberg dan Neil Blomkamp, berdasar film pendek Tetra Vaal oleh Neil Blomkamp. Neil Blomkamp pernah membuat film sebelumnya Distric 9, yang menurut saya sedikit aneh meski rating dari beberapa situs yang saya baca lumayan bagus.  Berbeda dengan Chappie yang lebih menghibur dan sukses bikin saya ketawa dan sedih.

Jumat, 22 Mei 2015

Surat Untuk Ibu

Selamat Pagi bu,
Bagaimana cuaca surga pagi ini? sejuk, dingin atau hangat?
Kuharap ibu baik-baik saja di sana.
Apakah ibu sedang minum teh? atau di sana ada minuman seperti jus, kopi atau bahkan jamu.
Apa kabar simbah dan pak lik atau bude di sana, ponakanku yang ganteng-ganteng apa kabarnya? Sampaikan salam rinduku juga pada mereka.
Bagaimana kabar kakakku, dia di sana dengan ibu kan? pasti dia mewarisi wajah ibu.
Oh iya bu, sampaikan simbah kalau aku sering menengok bekas rumahnya agak kurang terawat banyak rumput tinggi di kebun sekarang. Mungkin besok lusa ku minta paklik Dar membersihkan kebun itu.
Aku masih ingat saat simbah memotong ketela untuk ayam-ayamnya, sambil merokok klobot di samping rumah simbah di sana.

Hormati

"Kau seperti gelembung, lembut dan sangat rapuh. Aku menjaga  agar kau tetap utuh"
***
"Hormati dan hargailah orang yang lebih tua darimu, bukan hanya orang tuamu"
 

Percakapan dengan Seorang Kawan

Kalau kita berasal dari satu ibu dan bapak pada awal mulanya, berarti menikah dengan ....?

Jawab : mungkin, tapi jauuuuuuuuuuuuuuuuh sekali. Lagipula, begitulah ceritanya.

Kalau berasal dari satu kok beda-beda, ada yang hitam ada yang putih ada yang jelak ada yang cakep, ada yang tinggi ada yang pendek dan lainnya?

Jawab : Mungkin karena kita tersebar di wilayah-wilayah yang berbeda, itu hanya masalah fisik.

Kalau berasal dari satu seharusnya bahasanya sama kan?

Jawab : Entah, tapi kenapa mereka bisa lupa dengan bahasa awal mereka kalau berasal dari satu saja. Apakah nenek moyangnya tidak meninggalkan satu cerita atau tanda yang sama untuk mengingatkan bahwa mereka berasal dari satu atau dua orang saja.



Senin, 18 Mei 2015

Api Unggun di Puncak Bukit

Kampung itu terletak di pegunungan yang jalannya naik turun. Jarak antar rumah sangat jauh, dibatasi kebun yang penuh pepohonan. Sawah tidak begitu luas hanya beberapa petak, sisanya kebun yang kering dimusim kemarau. Pemuda di kampung itu sudah nyaris tak ada, tersisa orang-orang tua dan anak-anak. Pemuda kampung itu jika lulus sekolah kemudian merantau ke kota besar. Itu kata pak tua yang bercerita padaku di suatu siang.

Malam itu, selepas pengajian di salah satu rumah penduduk kami bersembilan diajak untuk naik bukit. Malam-malam mana jalan sangat minim penerangan, aku sempat ragu untuk ikut. Tapi temenku cewek malah pada antusias mau melihat kota Yogyakarta dari atas bukit. Apa indahnya menurutku sih. Aku iyakan saja, kalaupun aku pulang juga sendirian. Kami menembus gelap dipandu salah satu pemuda kampung itu. Jalannya menanjak, jalan setapak yang hanya muat dilewati satu orang. Kami saat itu hanya membawa penerangan dengan obor, kampung banget ya. Hasilnya sampai puncak obor mati dan kita gelap-gelapan.

Bersyukur dan Bersabar

"Kemarin malam, di balkon Rumah Sakit, berdua dengan anakku, kita duduk ngitung bintang. Sesuatu yang sudah lama sekali tak pernah kulakukan."

Bapak sudah sepuh, malam kemarin saya menungguinya di Rumah Sakit. Padahal seminggu yang lalu baru keluar dari Rumah Sakit itu. Melihat bapak sakit benar-benar kasihan, bapak tidak pernah sakit selama ini. Bahkan masuk Rumah Sakit baru ini selama puluhan tahun lamanya. Alasannya bapak kalau sakit takut disuntik dan tidak suka minum obat. Lebih penting lagi bapak benar-benar jarang sakit. 

Love Life Flower

"Love Life Flower Fly Bloom terdengar berbeda dengan Hate Sad Broken Cry"
 "Kamu dan Aku itu sama, hanya beda satu huruf saja"

Jumat, 15 Mei 2015

Tiga Pemuda dan Pohon di Hutan

Cerita ini dulu aku baca di suatu tempat atau buku, aku lupa. Bahkan cerita ini aku tuliskan pada sebuah kertas bagus dan aku simpan hingga sekarang. Dikisahkan seorang tua dan tiga pemuda yang hendak mencari sebuah pohon di hutan. Mereka bertiga diberi waktu hingga matahari terbenam dan mereka harus membawa satu pohon terbaik saja. Demikian kata seorang tua pada tiga pemuda.

Salah satu pemuda berjalan memasuki hutan. Ketika masih pagi dia melihat satu pohon yang besar dan tinggi. Dia mendekat dan hendak menebangnya. Tetapi kemudian dia berpikir, bagaimana kalau di tengah hutan sana ada pohon yang lebih bagus dan lebih tinggi dari ini? pemuda itu kemudian mengurungkan niatnya memotong pohon itu. Pemuda lain segera melihat dan menebang pohon besar itu. Pemuda yang pertama tadi kemudian berjalan terus memasuki hutan, di tengah hutan dia kembali menemukan pohon yang cukup lebat dan besar, tidak kalah besar dengan pohon yang pertama tadi. Dia mendekat dan hendak mengayunkan kapaknya, tetapi lagi-lagi dia berpikir, bagaimana kalau di sana nanti ada pohon yang lebih baik dari ini. Hatinya ragu, bagaimana jika pohon yang pertama tadi lebih baik, tetapi dia sudah tak punya waktu untuk kembali ke tempat pohon yang pertama tadi. Jangan-jangan pemuda lain sudah menebangnya, dan dia kehabisan waktu untuk kembali. Maka dengan tekad bulat pemuda itu meneruskan langkah dengan yakin berharap menemukan pohon yang lebih baik lagi.

Rabu, 13 Mei 2015

Mbak Misterius

Aku ingat sesuatu. Sesuatu yang telah bertahun lalu terjadi. Sesuatu seperti kata seorang penyanyi itu. Sesuatu yang membuatku bertanya-tanya hingga kini. 
Seorang perempuan berkulit putih, berpotongan rambut cepak dan sangat tomboy. Sepatu yang dikenakan sudah berulang kali dikenakan untuk naik gunung. Kamarnya tidak menampakkan kamar seorang cewek, ada satu boneka besar itupun menyeramkan. Boneka monyet berbulu keriting warna hitam menakutkan, aku takut monyet. Tak akan kau temukan bedak, parfum ataupun lipstik di ruangannya. Jangankan itu, kaca saja tidak ada. Mungkin dia tidak membutuhkannya, karena dia sangat cantik. Anak Bandung, suka bertualang, sesekali ada kawan bulenya main ke kostan. Dia tak pernah canggung dengan orang yang baru ditemuinya, bahasa Inggrisnya juga lancar. Kadang dia hilang sehari dua hari, dan aku tak tahu dia kemana. 

Selasa, 12 Mei 2015

Foto Pramugari Cantik

Perempuan itu seorang pramugari dari maskapai sebuah penerbangan sosoknya cantik, putih, anak pejabat dan seksi. Pacar perempuan itu calon kakak ipar kawanku. Sebut saja perempuan itu si X. Gambar yang ada di akun sosmednya gonta ganti tiap beberapa menit sekali, cantik sih cewek Jakarta dan pramugari lagi. Plus ngakunya dia anak seorang pejabat tinggi, katanya lagi dia sudah S3. Wah hebat, seorang pramugari anak pejabat tinggi eh pendidikannya tinggi juga. Hanya saja aku kok merasa aneh, seumuran kawanku kalaupun dia kuliah kawanku saja lulus kuliah dua tahunan yang lalu, apakah si X ikut akselerasi dari SMP ya kok bisa umur segitu S3, wah sangat cerdas. Habis itu aku diperlihatkan fotonya lagi, foto mobilnya. Menurutku, sesuka-sukanya aku dengan tokoh kartun aku malas kalau barang-barangku semacam kendaraan aksesorinya hampir semua berbau tokoh kartun itu. Kesannya masih anak kecil banget, atau aku saja ya yang merasa aneh.  Kawanku bersikeras kalau memang dia begitu. Karena perempuan si X itu calon iparnya ya aku iyakan saja. Masalah timbul ketika kawanku terlibat sedikit masalah dengan perempuan itu masalah transaksi barang tertentu. Dari situ kecurigaanku semakin besar. Pikirku, anak orang kaya dan berpenghasilan sendiri harusnya dia tak ada masalah tentang hal itu.

Jangan Berlebihan

Hadist Rasullulloh "Janganlah kamu mencintai sesuatu secara berlebihan karena bisa saja esok yang kamu cintai justru menjadi yang paling kamu benci. Dan janganlah kamu membenci sesuatu secara berlebihan, karena bisa saja esok ia menjadi sesuatu yang paling kamu cintai."

Simple Miracles

Judul buku : Simple Miracles, Kisah Nyata Tentang Doa dan Arwah
Penulis       : Ayu Utami
Penerbit     : KPG
Cetakan     : 2014

Buku Simple Miracles ini menarik karena menurut saya berbeda dengan buku Ayu Utami yang lainnya. Berisi tiga bagian yaitu Hantu, Tahun dan Tuhan. Perhatikan judul ketiga bagian itu, cukup menarik perhatian.

Berikut blurb yang saya ambil dari buku tersebut :
Spiritualisme kritis adalah penghargaan pada yang spiritual tanpa mengkhianati nalar kritis. Buku pertama seri ini adalah kisah nyata satu keluarga; satu anggotany adapat berkomunikasi dengan arwah; seorang lagi berusaha bersikap kritis namun terbuka terhadap gejala itu. 
Informasi tentang masa depan ataupun dunia roh menggelisahkan dan membikin rentan manusia. Ada yang memburunya, ada pula yang sama sekali menutup diri terhadapnya. Simple miracle bercerita tentang keajaiban-keajaiban sederhana berkenaan dengan doa, kematian, dan arwah; serta bagaimana nalar mencoba mencernanya.

Senin, 11 Mei 2015

Alex dan Penguasa Hutan

Tanahnya masih lembab, pasti karena hujan deras semalam. Tetesan air sisa hujan masih terdengar dari satu daun jatuh ke dedaunan di bawahnya. Sebagian lagi jatuh hingga ke dedaunan kering yang memenuhi tanah di sekitar pepohonan besar yang menjulang seperti menusuk langit. Berjalan di antara pepohonan itu seperti melewati bangunan gedung pencakar langit begitu rapat dan kokoh dengan serabut akar yang bergelantungan di sana sini. Sebegitu rapatnya pepohonan itu membentuk kanopi hutan sehingga sinar matahari sedikit saja yang sampai ke bawah sini. Cukup lembab untuk bersembunyi seekor ular atau serangga hutan untuk meletakkan telurnya di balik dedaunan yang tebal seperti kasur itu.

Baru saja berjalan setengah hari belum sampai ke kemah yang dimaksud tetapi sudah menguras keringat terutama bagi Mercury yang jarang sekali berjalan menembus hutan seperti ini. Botol mineral yang dibawanya sudah habis setengahnya, sekali dia hendak menenggak isinya tangan Alex dengan sigap merebut botol itu dari tangannya. 

Sabtu, 09 Mei 2015

Setiap Jengkal Ilmu

Setiap saya menemukan satu kata atau satu nama yang saya tidak tahu tentangnya, maka saya merasa bodoh. Dan setelah saya mencari tahu arti kata atau nama itu saya merasa sedikit lega. Tetapi ketika setelah itu saya kembali lupa, maka saya merasa semakin bodoh. 

Saya bukan sekali dua kali membaca tulisan seseorang dan harus membuka Google search menemukan arti kata itu atau mencari tahu tentang sebuah nama tertentu. Tetapi disitu asiknya, saya menikmati setiap jengkal pengetahuan kecil yang saya temukan. Saya terpaksa googling karena tumpukan buku di rumah belum begitu tinggi, bahkan rak bukunya belum terpasang. Jadi sumber bertanya saya satu-satunya ya hanya itu. Selain buku-buku yang saya jumpai di perpustakaan semacam kamus lengkap atau sejenisnya.


Semoga menemukan kata baru lagi, dan bisa mengingatnya dengan baik. Hingga suatu saat menemukannya tidak harus bingung mencari artinya.

Setiap jengkal ilmu adalah sesuatu yang butuh ditemukan, dan rasanya luar biasa.
Selamat menikmati hari libur dengan siapapun yang kalian sayang, dan selamat membaca!!
 

Angkuh dan Rapuh

Memikirkanmu tidak ada habisnya. Berasa gila, tak juga memahami semua ini. Entah berapa malam kulewati dengan menahan sejuta rasa menyiksa. Dan kau, seakan tak juga memahami. Aku khawatir jika ini hanya aku. Itu berita paling menakutkan yang bisa meluluh lantakkan duniaku.

"Temui dia, katakan padanya"
"Aku tak bisa, aku tak akan mampu mendengar jawabnya"ucapku kalah.
"Belum kau coba"
"Kau memaksaku"aku menatapnya.
"Apalagi yang kau tunggu, hingga ia melewati waktu dan menghilang lagi"
"Itu saran gila"
"Kupikir kau akan gila jika tak mengatakannya"
Aku menggeleng keras berusaha menepis semua itu.
"Aku tak mampu"

Kamis, 07 Mei 2015

Axlyozh dan Koochack

'Sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang zalim maka akan rusaklah negeri itu'

Jika saat itu rakyat negeri Pohon tidak salah memilih tentu mereka tidak akan mengerti sebuah pelajaran. Seandainya saat itu Axlyozh yang seharusnya menduduki tahta, tetapi ternyata suatu konspirasi membuat Perdana Menteri Koochack yang menduduki tahta. Siapa Axlyozh? Manusia biasa yang sangat biasa atau seorang tersohor lainnya? Entahlah, mungkin Axlyozh orang baik yang tidak pernah muncul dalam perebutan kursi saat itu.

Rabu, 06 Mei 2015

Beauty and Sadness

Novel Beauty and Sadness karya Yasunari Kawabata (1899-1972) ini saya pinjam dari perpustakaan. Setelah saya menamatkan membaca buku Neil Gaiman untuk mengobati kekecewaan karena belum bisa membeli bukunya yang bergambar lucu di Gramedia waktu itu. Saya penasaran dengan tulisan Neil Gaiman dan beruntung saya menemukan salah satu bukunya Interworld karyanya bersama Michael Reaves. Kembali ke buku Beauty and Sadness saya cukup menikmati tulisannya. Buku yang bagus biasanya saya tak ingin melewatkan satu kalimatpun untuk membacanya. Berbeda jika bertemu buku yang sedikit membosankan saya biasanya akan langsung loncat ke halaman akhir he he.

Selasa, 05 Mei 2015

Bilangan

Aku tidak terlahir sama. Aku ingin bisa memilih. Tetapi keberadaanku tetap diinginkan. Meskipun mungkin ada yang menyesali keputusan menginginkan kehadiranku pada akhirnya, hanya mungkin. Dunia sering bersisalak tentang diriku.

Aku iri dengan ‘dua’ dengan ‘empat’ atau ‘enam’ dan seterusnya. Aku ada tetapi dibenci karena aku adalah diriku. Padahal sekali lagi, aku tak meminta kehadiranku. Aku berada diantara sesuatu yang genap dan bahkan memuja kesempurnaan si genap dengan sepenuhnya, hampir menyembahnya. Si genap selalu memandang asing diriku di muka bumi. Orang bakalan rengus jika menghadapiku.

Hingga suatu ketika seorang anak manis belajar berhitung,”Satu, dua, tiga, empat, lima...” aku disebutnya. Bahkan anak manis itu mengulangnya beberapa kali, keberadaanku ternyata ada diantara barisan angka itu.

Barisan angka itu pasti tampak aneh tanpa kehadiran diriku. Aku membayangkan anak itu berhitung dengan,“Dua, empat, enam, delapan dan seterusnya.” Seperti ada yang tampak hilang disana. Si genap tak akan dianggap genap selama tidak ada diriku. Bahkan jika dua diriku disatukan atau ditambahkan hasilnya adalah genap.